3 Sebab Laki-laki yang Terlalu Santai Justru Bisa Merugikan Pasangan

3 Sebab Laki-laki yang Terlalu Santai Justru Bisa Merugikan Pasangan

KOMPAS.com – Laki-laki yang santai, tidak banyak menuntut, dan selalu mengatakan “terserah”, mungkin terlihat sebagai pasangan ideal. Hubungan dengannya terasa minim konflik karena ia jarang mempermasalahkan sesuatu. Namun, sikap terlalu santai ternyata tidak selalu berarti seseorang fleksibel atau mudah diajak berkompromi. Dalam beberapa kondisi, sikap tersebut justru dapat menunjukkan minimnya inisiatif dan keterlibatan dalam hubungan.

Apa itu fenomena laki-laki kantong plastik?

Fenomena ini belakangan disebut sebagai “plastic bag theory” atau teori kantong plastik. Istilah tersebut menggambarkan pasangan yang hanya mengikuti arus tanpa mengambil peran aktif dalam hubungan.

Disadur dari SELF Magazine, Selasa (11/8/2026), konsep ini diperkenalkan oleh pelatih hubungan pria dan pembicara motivasi Alessandro Frosali.

Ia menggambarkan laki-laki “kantong plastik” sebagai sosok yang tidak memulai sesuatu, tidak membuat rencana, dan hanya menunggu pasangannya menentukan arah hubungan.

Psikolog klinis Sabrina Romanoff, PsyD, mengatakan sikap santai memang dapat terasa menarik, terutama bagi seseorang yang sebelumnya menjalani hubungan penuh konflik. “Ketika Anda terbiasa dengan laki-laki yang mudah meledak atau baru keluar dari hubungan yang penuh kekacauan, tidak adanya gesekan di awal hubungan dapat terasa seperti rasa aman,” ujar Romanoff.

Namun, persoalannya muncul ketika sikap santai berubah menjadi kepasifan.

Alasan laki-laki terlalu santai bisa merugikan pasangan

1. Tidak pernah mengambil inisiatif dalam hubungan

Pasangan yang sehat tidak harus selalu menjadi pihak yang menentukan segala sesuatu. Namun, ia tetap menunjukkan usaha tanpa harus terus-menerus diminta.

Misalnya, ia menghubungi pasangan karena memang ingin berbicara, menyadari ketika pasangannya sedang tidak baik-baik saja, atau mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan sebelum menjadi konflik besar.

Sebaliknya, laki-laki yang terus menjawab “terserah, kamu mau apa?” dapat membuat seluruh beban perencanaan jatuh kepada pasangan.

Romanoff menjelaskan, kondisi tersebut dapat membuat sikap santai berubah menjadi bentuk penghindaran dan kurangnya kemauan untuk berinvestasi dalam hubungan.

2. Tidak memiliki pendapat atau pendirian sendiri

Laki-laki yang santai tetap dapat memiliki pilihan dan prinsip. Ia mungkin berbeda pendapat mengenai restoran, olahraga favorit, karier, tempat tinggal, hingga rencana membangun keluarga.

Keisha Saunders-Waldron, LCMHCS, terapis yang fokus pada dinamika hubungan dan teori keterikatan, mengatakan seseorang yang benar-benar santai tidak berarti kehilangan pendirian.

“Sebagian laki-laki tidak banyak drama bukan karena mereka merasa aman, tetapi karena mereka tidak memiliki perasaan terhadap apa pun. Itu sebabnya ketika kamu terlihat tidak menyukai pendapatnya, dia akan meninggalkannya,” kata Saunders-Waldron.

Sikap terus mengikuti keinginan pasangan demi menghindari konflik akhirnya dapat menunjukkan kurangnya arah dan identitas pribadi.

3. Mudah mengatakan iya, tetapi tidak menindaklanjuti

Tanda lainnya terlihat ketika seseorang selalu menyetujui rencana, tetapi tidak pernah benar-benar mengambil tindakan.

Ia mungkin setuju pergi berlibur, membicarakan rencana tinggal bersama, atau menyelesaikan persoalan tertentu.

Namun, rencana tersebut tidak kunjung dilakukan hingga pasangannya harus mengingatkan berulang kali atau bahkan mengerjakannya sendiri.

Saunders-Waldron menilai, mengatakan “iya” tanpa tindak lanjut bukan bentuk kerja sama yang sebenarnya. Ia menjelaskan, sikap santai yang sehat terlihat dari kemampuan menghadapi situasi tak terduga dengan tenang, fleksibel, dan humor.

“Sikap santai adalah bagaimana seorang laki-laki merespons ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana, dengan tenang, fleksibel, dan humor. Sementara sisi proaktif berarti dia hadir sejak awal dengan niat,” pungkas dia.

Dengan demikian, hubungan yang sehat bukan sekadar bebas konflik, melainkan memiliki usaha yang dilakukan bersama.

Sikap santai dapat menjadi kualitas positif selama tetap disertai kepedulian, inisiatif, komunikasi, dan tanggung jawab.

Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2026/08/12/100500920/3-sebab-laki-laki-yang-terlalu-santai-justru-bisa-merugikan-pasangan-