6 Jurusan dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur Versi Forbes, Bidang Apa Saja?

6 Jurusan dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur Versi Forbes, Bidang Apa Saja?

Jakarta – Sebuah studi dari Bank Federal Reserve New York mengungkapkan jurusan-jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi. Lulusan kampus yang dianalisis adalah mereka yang berusia 22 hingga 27 tahun dengan gelar sarjana atau lebih tinggi.

Studi yang mengambil data dari Sensus Amerika Serikat tahun 2024, menganalisis 73 jurusan perguruan tinggi yang berbeda. Hasilnya, sejumlah jurusan di bidang humaniora memiliki lulusan yang paling banyak menganggur.

Antropologi menjadi jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi sebesar 7,9 persen. Disusul teknik komputer sebesar 7,8 persen.

Berikut daftarnya, dikutip dari Forbes.

Daftar Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi

  1. Antropologi (7,9%)
  2. Teknik komputer (7,8%)
  3. Seni rupa (7,7%)
  4. Seni pertunjukan (7%)
  5. Ilmu komputer (7%)
  6. Arsitektur (6,8%)

Jurusan seni, humaniora, dan ilmu sosial menyumbang sebagian besar tingkat pengangguran tertinggi di antara lulusan baru.

Sebaliknya, beberapa jurusan memiliki tingkat pengangguran terendah. Dua di antaranya adalah jurusan pendidikan khusus dan bahasa asing.

Berikut daftar jurusan yang memiliki tingkat pengangguran terendah.

Daftar Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Terendah

  1. Pendidikan khusus (0,7%)
  2. Pendidikan umum (1,1%)
  3. Pendidikan dasar (1,2%)
  4. Pertanian (1,4%)
  5. Bahasa asing (1,6%)
  6. Geografi (1,6%)

Bidang Pekerjaan Apa yang Paling Ketat?

Menurut kepala ekonom di Glassdoor, Daniel Zhao, jurusan yang memiliki pasar kerja yang sangat ketat adalah seni rupa atau seni pertunjukan. Namun, jurusan lain yang tak ketat justru sangat menarik dan menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi, seperti teknik komputer atau ilmu komputer.

Hal ini menunjukkan bahwa potensi pasar kerja yang ketat, tidak berkaitan dengan gaji yang tinggi. Beberapa lulusan, memilih untuk menganggur beberapa waktu untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang mereka inginkan.

“Misalnya, seorang lulusan ilmu komputer kesulitan mencari pekerjaan di bidang teknologi di pasar saat ini, tetapi mereka tahu bahwa jika mereka bisa mendapatkan pekerjaan tersebut, itu akan sepadan karena gaji di bidang teknologi jauh lebih tinggi daripada industri lain,” kata Zhao, dikutip dari Business Insider.

“Jadi mereka rela menunggu sampai ada posisi yang bagus,” imbuhnya.

Zhao menyarankan agar para lulusan yang tengah menunggu mendapatkan kerja berupaya membangun jaringan, termasuk memanfaatkan layanan karier di almamater mereka dan berbicara dengan alumni. Ia juga menyarankan agar lulusan bisa memperluas pencarian pekerjaan mereka karena mungkin ada peran yang membutuhkan keterampilan mereka yang belum dipertimbangkan oleh para pencari kerja untuk dilamar.

Sumber : https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8614294/6-jurusan-dengan-lulusan-paling-banyak-menganggur-versi-forbes-bidang-apa-saja