Rapat atau meeting merupakan kegiatan yang melibatkan dua orang atau lebih untuk berdiskusi, menyamakan tujuan, menyelesaikan permasalahan, maupun mengambil keputusan terkait pekerjaan.
Agar hasil pembahasan rapat tidak terlupakan dan dapat dijadikan sebagai acuan, setiap rapat perlu didokumentasikan dalam bentuk notulen.
Seiring perkembangan teknologi, proses pembuatan notulen kini dapat dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI).
AI notulen mampu merekam percakapan, membuat transkrip, menyusun ringkasan, serta mengidentifikasi poin-poin penting dan tindak lanjut (action items) dari hasil rapat.
Dengan demikian, Anda dapat lebih fokus mengikuti jalannya diskusi tanpa harus sibuk mencatat setiap pembahasan.
Lantas, aplikasi AI apa saja yang dapat digunakan untuk membantu proses pembuatan notulen rapat?
Daftar AI Terbaik untuk Membuat Notulen Rapat
Berikut adalah beberapa rekomendasi aplikasi AI yang dapat digunakan untuk membantu proses pembuatan notulen rapat secara otomatis:
1. Gemini AI
Tim INILAHcom mencoba memanfaatkan Gemini AI untuk membuat notulen atau catatan ringkas.
Namun, prosesnya bukan dengan merekam percakapan secara langsung menggunakan Gemini AI. Sebagai gantinya, tim menggunakan audio yang diambil dari salah satu video Shorts di akun YouTube INILAHcom.
Audio tersebut kemudian diunggah ke Gemini AI dengan permintaan untuk mengubahnya menjadi teks (transkrip).
Setelah proses transkripsi selesai, Gemini AI kembali diminta untuk menyusun hasil transkrip tersebut menjadi sebuah notulen atau catatan tertulis yang ringkas.
Hal yang cukup menarik, Gemini AI juga menampilkan durasi proses pengerjaannya.
Seluruh proses, mulai dari mengubah audio menjadi teks hingga menyusun notulen, hanya membutuhkan waktu sekitar 25 detik.
Dalam waktu yang relatif singkat tersebut, hasil yang diberikan tergolong sangat memuaskan.
Gemini AI tidak hanya menghasilkan transkrip audio yang lengkap, tetapi juga menyusun notulen dengan informasi yang runtut dan mudah dipahami.
Yang lebih mengesankan, Gemini AI turut memberikan kesimpulan dari isi pembahasan. Padahal, kesimpulan tersebut tidak diminta secara khusus oleh tim INILAHcom.
Fitur tambahan ini membuat hasil akhirnya terasa lebih lengkap dan siap digunakan.
Secara keseluruhan, tim INILAHcom merasa sangat puas dengan hasil yang diberikan oleh Gemini AI.
Kecepatan proses, kelengkapan transkrip, kualitas notulen, serta adanya kesimpulan otomatis menjadi nilai tambah yang membuat pengalaman menggunakan Gemini AI terasa sangat membantu.
2. Perplexity
Untuk mendapatkan perbandingan yang setara, tim INILAHcom menggunakan parameter yang sama saat menguji Perplexity.
Audio yang digunakan berasal dari salah satu video di akun YouTube INILAHcom.
Selanjutnya, dengan prompt yang sama seperti pada pengujian sebelumnya, tim INILAHcom meminta Perplexity untuk mengubah audio tersebut menjadi teks sekaligus membuat notulen dari isi pembahasan.
Dari hasil pengujian tersebut, tim INILAHcom menemukan bahwa Perplexity tidak menampilkan hasil konversi audio ke dalam bentuk transkrip teks secara terpisah.
Sebaliknya, AI ini langsung menyajikan notulen berdasarkan isi audio yang diberikan.
Menariknya, Perplexity turut memberikan informasi tambahan berupa topik pembahasan dan nama pembicara yang terdapat di dalam audio.
Hal ini menjadi perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan Gemini AI, sekaligus menjadi nilai tambah karena tim INILAHcom dapat mengetahui siapa yang sedang berbicara pada setiap pembahasan.
Untuk hasil notulennya sendiri, Perplexity mampu menyusun ringkasan yang cukup baik dan lengkap.
Isi notulen mencakup pembahasan dari awal hingga akhir video, dengan penjelasan yang runtut sehingga mudah dipahami.
Selain itu, Perplexity juga memberikan kesimpulan dari hasil notulen yang telah dibuat.
Fitur ini menjadi salah satu kesamaan dengan Gemini AI, karena keduanya sama-sama mampu menyajikan ringkasan akhir yang memudahkan pengguna memahami inti pembahasan.
Secara keseluruhan, tim INILAHcom menilai Perplexity sangat dapat diandalkan untuk membuat notulen secara otomatis.
Kemampuannya dalam merangkum isi audio, menampilkan informasi mengenai topik dan pembicara, serta memberikan kesimpulan menjadikannya pilihan yang sangat berguna bagi Anda yang merekam rapat dalam bentuk audio dan ingin memperoleh notulen secara cepat dan praktis.
3. ClickUp
ClickUp merupakan platform manajemen proyek yang dilengkapi dengan fitur AI, yaitu ClickUp Brain, untuk membantu pengelolaan tugas dan dokumentasi rapat.
Melalui fitur AI Notetaker, ClickUp dapat bergabung ke rapat Zoom, Google Meet, maupun Microsoft Teams untuk merekam percakapan, membuat transkrip, dan menyusun ringkasan secara otomatis.
Keunggulan ClickUp adalah kemampuannya mengubah hasil rapat menjadi action items yang dapat langsung dibuat sebagai tugas lengkap dengan penanggung jawab dan tenggat waktu.
Selain itu, aplikasi ini menyediakan fitur pencarian berbasis AI untuk menemukan kembali informasi dari rapat sebelumnya.
Namun, sebagian besar fitur AI, termasuk AI Notetaker, hanya tersedia pada paket berlangganan berbayar.
4. tl;dv
tl;dv (Too Long; Didn’t View) merupakan aplikasi pencatat rapat berbasis AI yang mampu merekam, mentranskripsi, dan merangkum hasil rapat secara otomatis pada platform, seperti Google Meet, Zoom, dan Microsoft Teams.
Aplikasi ini banyak digunakan karena mampu mempercepat proses dokumentasi rapat.
Keunggulan tl;dv meliputi dukungan lebih dari 30 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, kemampuan mengenali pembicara, serta fitur Ask tl;dv yang memungkinkan pengguna mencari informasi tertentu dari isi rapat tanpa membaca seluruh transkrip.
Selain itu, versi gratisnya telah menyediakan fitur perekaman dan transkripsi tanpa batas untuk Google Meet dan Zoom.
Meskipun demikian, akurasi transkripsi dapat menurun pada percakapan yang menggunakan bahasa gaul, singkatan, atau disampaikan dengan tempo yang cepat.
5. Otter.ai
Otter.ai merupakan aplikasi asisten rapat berbasis AI yang dapat merekam percakapan, membuat transkrip secara real-time, dan menghasilkan notulen rapat secara otomatis.
Aplikasi ini dapat digunakan untuk rapat daring maupun tatap muka dan dikenal memiliki akurasi yang tinggi, terutama untuk percakapan berbahasa Inggris.
Fitur unggulan Otter.ai meliputi transkrip langsung selama rapat, OtterPilot yang dapat bergabung otomatis ke platform Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams, serta Otter Chat untuk menelusuri kembali informasi dari rapat yang telah berlangsung.
Namun, dukungan terhadap Bahasa Indonesia masih terbatas sehingga hasil transkripsi pada percakapan berbahasa Indonesia atau campuran sering kali kurang akurat.
6. Read.ai
Read.ai merupakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi untuk merekam, mentranskripsi, dan merangkum hasil rapat secara otomatis.
Aplikasi ini dapat digunakan pada berbagai platform konferensi video, seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams, serta mendukung pencatatan rapat secara langsung.
Keunggulan Read.ai terletak pada kemampuannya menghasilkan ringkasan rapat yang berisi poin-poin penting, keputusan, dan action items secara otomatis.
Selain itu, aplikasi ini dapat mengenali pembicara, mengelompokkan pembahasan berdasarkan topik, serta menganalisis tingkat partisipasi setiap peserta selama rapat.
Read.ai juga menyediakan fitur Search Copilot yang memudahkan pengguna mencari informasi atau keputusan dari rapat sebelumnya tanpa harus membaca seluruh transkrip.
7. Krisp
Krisp merupakan aplikasi AI yang awalnya dikembangkan sebagai teknologi peredam kebisingan (noise cancellation) dan kini dilengkapi dengan fitur AI Meeting Assistant untuk merekam, mentranskripsi, serta membuat ringkasan rapat secara otomatis.
Aplikasi ini dapat digunakan pada berbagai platform konferensi, seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams.
Salah satu keunggulan Krisp adalah proses pencatatan rapat yang dilakukan tanpa menggunakan bot, sehingga tidak menampilkan akun tambahan di dalam ruang rapat.
Selain menghasilkan transkrip yang akurat, Krisp juga mampu mengidentifikasi pembicara, menyusun ringkasan, serta mengekstraksi action items dari hasil diskusi.
Teknologi peredam kebisingannya juga membantu meningkatkan kualitas audio sehingga hasil transkripsi menjadi lebih akurat.
Namun, sebagian besar fitur AI untuk pencatatan dan ringkasan rapat hanya tersedia pada paket berlangganan berbayar.




