Jenis suplemen berikut dapat bantu tidur jadi lebih nyenyak

Jenis suplemen berikut dapat bantu tidur jadi lebih nyenyak

Jakarta (ANTARA) – Menurut banyak penelitian, magnesium adalah jenis mineral yang diketahui dapat mendukung kualitas tidur jadi lebih baik dan membantu proses relaksasi tubuh.

Beberapa penelitian menunjukkan magnesium dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, terutama pada orang yang memiliki kadar magnesium rendah, meskipun temuannya beragam dan dibutuhkan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi sebagaimana dikutip dari siaran Eating Well pada Senin (10/8).

Ahli gizi terdaftar Toby Amidor, M.S., RDN, CDN mengatakan magnesium dapat dikonsumsi tanpa dicampur dengan kandungan dalam suplemen lain terlebih dahulu untuk dapat melihat respons tubuh. Hal ini dilakukan guna menghindari variabel yang mempersulit untuk mengetahui hasil sebenarnya.

“Saya lebih suka seseorang melihat bagaimana magnesium bekerja untuk mereka terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan untuk menambahkan satu suplemen lain dengan bijak, daripada mengonsumsi beberapa suplemen sekaligus dan berharap ada yang membantu,” kata Amidor.

Meski demikian, dia tidak menutup kemungkinan bahwa magnesium dapat dikonsumsi bersama dengan suplemen lain seperti beberapa jenis berikut.

Ashwagandha
Ashwagandha adalah ramuan yang digunakan dalam pengobatan tradisional, sering digambarkan sebagai adaptogen yaitu zat yang dipercaya membantu tubuh beradaptasi dengan stres.

Beberapa studi kecil menunjukkan bahwa ashwagandha dapat meningkatkan kualitas tidur dan membantu orang merasa kurang stres, yang secara tidak langsung dapat mendukung tidur. Namun, para ahli sepakat bahwa penelitian masih terus berkembang karena desain studi sangat bervariasi, dan data keamanan jangka panjang terbatas.

“Ashwagandha menunjukkan beberapa potensi, terutama bagi orang yang tidurnya terpengaruh oleh stres. Tetapi saya selalu mengingatkan klien bahwa studi-studi tersebut berskala kecil dan jangka pendek. Ini mungkin melengkapi magnesium bagi seseorang yang mengalami masalah tidur terkait stres, namun kita tidak boleh melebih-lebihkan apa yang dapat dilakukannya,” kata Amidor.

Catatan lain yakni ashwagandha dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan tidak dianjurkan selama kehamilan, menyusui, atau untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

L-Theanine
L-theanine adalah asam amino yang ditemukan secara alami dalam daun teh. Jenis ini sering dipelajari karena efek menenangkan dan membantu rileksasi tubuh dari rasa mengantuk di siang hari.

Beberapa temuan menunjukkan bahwa L-theanine dapat membantu orang lebih mudah tertidur dan merasa lebih segar, mungkin dengan meningkatkan relaksasi dan mengurangi stres daripada secara langsung menyebabkan tidur.

Meskipun demikian, penelitian masih terbatas, dan banyak studi menggunakan ukuran sampel kecil atau menggabungkan L-theanine dengan bahan lain, sehingga sulit untuk mengisolasi efeknya.

Ahli gizi Jamie Lee McIntyre, M.S., RDN menyebut bila dipadukan dengan magnesium yang juga mendukung relaksasi, keduanya mungkin merupakan kombinasi yang masuk akal untuk dicoba.

Walaupun untuk dosis yang tepat sebaiknya dikonsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan terlebih dahulu, terutama jika sedang mengonsumsi obat atau suplemen lain.

Melatonin
Melatonin adalah hormon yang diproduksi tubuh secara alami, dan kadarnya meningkat saat malam tiba. Melatonin membantu mengatur siklus tidur-bangun dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Studi menunjukkan bahwa melatonin dapat membantu tertidur sedikit lebih cepat dan dapat sangat bermanfaat jika jadwal tidur yang terganggu, seperti karena jet lag atau kerja shift.

Secara umum, melatonin dianggap paling bermanfaat untuk masalah tidur yang berkaitan dengan waktu daripada sebagai alat bantu tidur setiap malam.

“Jika seseorang sudah menggunakan magnesium dan menambahkan dosis rendah melatonin untuk jangka waktu singkat, itu mungkin pendekatan yang masuk akal dan berdasarkan bukti, tetapi tidak dimaksudkan untuk penggunaan setiap malam tanpa batas waktu tanpa panduan,” ujar Mclntyre

Dikarenakan melatonin dapat memengaruhi orang secara berbeda, sebaiknya mulai dengan dosis terendah dan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, menyusui atau mengonsumsi obat lain.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5688929/jenis-suplemen-berikut-dapat-bantu-tidur-jadi-lebih-nyenyak