Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara banyak orang dalam membuat karya tulis.
Kini, AI tidak hanya dimanfaatkan untuk mencari informasi, tetapi juga membantu menyusun ide, mengatasi writer’s block, hingga mempercepat pembuatan draf awal sehingga proses menulis menjadi lebih efisien.
Di antara berbagai platform AI untuk menulis yang tersedia, ChatGPT dan Gemini menjadi dua yang paling banyak digunakan untuk membuat beragam jenis tulisan, termasuk artikel SEO, tutorial, blog pribadi, hingga artikel informatif lainnya.
Meski sama-sama mampu menghasilkan artikel, keduanya menawarkan pengalaman yang berbeda dalam proses penulisan.
Lantas, bagaimana pengalaman menggunakan ChatGPT dan Gemini untuk menulis artikel?
Dalam artikel ini, tim INILAH.com akan membagikan pengalaman menggunakan kedua AI tersebut, mulai dari menyusun ide hingga menghasilkan artikel, sekaligus membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Parameter Pengujian ChatGPT dan Gemini untuk Menulis
Agar perbandingan kemampuan menulis antara ChatGPT dan Gemini berlangsung secara adil dan objektif, tim inilah.com akan menggunakan skenario pengujian yang sama untuk kedua AI.
Beberapa parameter yang disamakan dalam pengujian ini meliputi:
- Menggunakan prompt yang sama.
- Mengangkat topik yang sama.
- Menggunakan bahasa Indonesia.
- Menargetkan pembaca yang sama.
- Menghasilkan artikel dengan panjang sekitar 600 kata.
Setelah artikel dari masing-masing AI selesai dibuat, tim inilah.com akan membandingkan berbagai aspek penting dalam kualitas tulisan.
Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada bagaimana masing-masing AI mengembangkan sebuah topik menjadi artikel yang utuh.
Beberapa aspek yang akan menjadi perhatian antara lain struktur penulisan, alur pembahasan, keterpaduan antarparagraf, pemilihan diksi, hingga kenyamanan tulisan saat dibaca.
Selain itu, tim juga akan menilai apakah hasil tulisan masih terasa seperti dibuat AI, misalnya penggunaan kalimat yang terlalu kaku, berulang, atau kurang natural.
Tak kalah penting, pengujian ini juga akan melihat sejauh mana ChatGPT dan Gemini mampu mengembangkan pembahasan secara kreatif.
Apakah keduanya hanya menyampaikan informasi secara umum, atau mampu menghadirkan penjelasan yang lebih kaya, relevan, serta memberikan nilai tambah bagi pembaca.
Dengan pendekatan tersebut, hasil perbandingan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kemampuan masing-masing AI dalam menghasilkan artikel berbahasa Indonesia.
Contoh Hasil Pengujian Artikel Blog ChatGPT dan Gemini
Untuk melihat bagaimana kemampuan ChatGPT dan Gemini dalam menghasilkan sebuah artikel blog, tim inilah.com melakukan pengujian dengan memberikan prompt yang sama kepada kedua AI.
Adapun prompt yang digunakan dalam pengujian ini mencakup beberapa poin berikut:
- Menggunakan keyword utama: “cara upload foto di IG”.
- Membuat artikel dengan panjang sekitar 600 kata.
- Menghasilkan artikel yang informatif, berbobot, dan mudah dipahami oleh pembaca.
- Membuat judul artikel yang telah disesuaikan dengan kebutuhan SEO.
- Membuat pembukaan artikel dengan memasukkan data dari Statista mengenai “Number of Instagram users worldwide 2025”, yang menunjukkan Instagram memiliki sekitar 2,99 miliar pengguna aktif setiap bulan.
- Membuat bagian pembahasan utama dengan heading H2 yang membahas cara upload foto di Instagram secara lengkap, termasuk tahapan atau langkah-langkah yang perlu dilakukan pengguna.
Melalui prompt tersebut, ChatGPT dan Gemini diminta menghasilkan artikel dengan struktur dan kebutuhan konten yang sama.
Hasil tulisan dari kedua AI kemudian akan dibandingkan berdasarkan beberapa aspek, seperti struktur artikel, kualitas alur pembahasan, penggunaan bahasa, tingkat kealamian tulisan, hingga kemampuan masing-masing AI dalam mengembangkan informasi.
Berikut adalah hasil artikel yang dibuat oleh ChatGPT dan Gemini berdasarkan prompt yang telah diberikan sebelumnya:

Analisis Perbandingan Hasil Penulisan ChatGPT dan Gemini
Berikut adalah hasil analisis perbandingan berdasarkan beberapa aspek penilaian:
1. Kesesuaian dengan Prompt
Secara keseluruhan, ChatGPT dan Gemini sama-sama mampu mengikuti arahan yang diberikan.
Keduanya berhasil membuat artikel dengan topik “cara upload foto di IG”, menggunakan bahasa Indonesia, serta menyajikan pembahasan sesuai dengan target pembaca yang ditentukan.
2. Perbandingan Judul SEO
Dari sisi judul, kedua AI mampu menghasilkan judul yang relevan dengan keyword utama dan sudah memenuhi unsur SEO.
Namun, berdasarkan penilaian tim inilah.com, judul yang dihasilkan oleh ChatGPT dinilai lebih unggul karena memiliki susunan kata yang lebih menarik dan terasa lebih natural bagi pembaca.
Judul tersebut tidak hanya mengandung keyword utama, tetapi juga memiliki daya tarik yang lebih besar untuk mendorong pengguna membuka artikel.
Sementara itu, judul dari Gemini juga sudah sesuai dengan kebutuhan SEO, tetapi terasa lebih umum dan belum memiliki unsur daya tarik sebesar hasil dari ChatGPT.
3. Kualitas Pembukaan Artikel
Pada bagian pembukaan, kedua AI menghasilkan hasil yang cukup baik. ChatGPT dan Gemini sama-sama mampu mengikuti instruksi untuk memasukkan data dari Statista mengenai “Number of Instagram users worldwide 2025”, yang menunjukkan jumlah pengguna aktif Instagram mencapai sekitar 2,99 miliar pengguna setiap bulannya.
Penempatan informasi tersebut juga sudah sesuai karena berada di bagian awal artikel.
Hal ini membuat pembukaan artikel tetap relevan dengan topik dan memberikan konteks kepada pembaca mengenai pentingnya memahami penggunaan Instagram.
4. Struktur dan Alur Pembahasan
Untuk bagian isi artikel, ChatGPT dan Gemini memiliki gaya penulisan masing-masing.
Dari sisi kelengkapan informasi, keduanya mampu menjelaskan cara upload foto di Instagram secara detail dengan tahapan yang runtut.
Namun, perbedaan terlihat pada struktur penyampaian.
Hasil dari ChatGPT dinilai memiliki struktur yang lebih rapi dengan alur pembahasan yang lebih nyaman diikuti.
Setiap bagian artikel terasa lebih terhubung sehingga memberikan pengalaman membaca yang lebih baik.
Sementara itu, Gemini juga mampu memberikan informasi yang lengkap, tetapi gaya penulisannya cenderung lebih langsung dan ringkas.
Hal tersebut membuat artikel terasa lebih kaku dibandingkan hasil dari ChatGPT.
5. Pengembangan Pembahasan dan Kreativitas
Salah satu perbedaan paling terlihat terdapat pada bagian akhir artikel. ChatGPT memberikan pengembangan tambahan berupa tips agar pengguna dapat membuat hasil unggahan foto di Instagram menjadi lebih menarik.
Selain itu, ChatGPT juga memberikan bagian penutup yang membuat artikel terasa lebih lengkap dan natural.
Sementara itu, Gemini memberikan bagian kesimpulan sebagai penutup tanpa tambahan informasi atau pengembangan pembahasan lainnya.
Dari sisi kreativitas, ChatGPT terlihat lebih mampu memberikan nilai tambah di luar informasi dasar yang diminta dalam prompt.
6. Penggunaan Keyword
Dalam aspek penggunaan keyword, hasil ChatGPT dinilai lebih baik karena keyword utama dapat ditempatkan secara lebih natural dan tersebar di beberapa bagian artikel.
Sementara itu, pada hasil Gemini, penggunaan keyword lebih terlihat hanya pada bagian heading dan bagian akhir artikel.
Meskipun tetap memenuhi kebutuhan dasar SEO, penyebaran keyword tersebut masih dapat dikembangkan agar lebih optimal.
7. Jumlah Kata Artikel

Dari sisi jumlah kata, ChatGPT dan Gemini menghasilkan artikel dengan panjang yang mendekati target yang telah ditentukan, yaitu sekitar 600 kata.
Hasil artikel dari ChatGPT memiliki jumlah sekitar 622 kata, sehingga sedikit melebihi target yang diberikan.
Meskipun demikian, tambahan jumlah kata tersebut masih dalam batas wajar karena digunakan untuk memperkaya pembahasan dan memberikan informasi tambahan yang relevan.
Sementara itu, artikel dari Gemini memiliki jumlah sekitar 593 kata, yang berarti sedikit kurang dari target 600 kata.
Meski selisihnya tidak terlalu jauh, hasil tersebut menunjukkan bahwa Gemini cenderung menyampaikan informasi secara lebih ringkas dan langsung pada inti pembahasan.
Secara keseluruhan, kedua AI masih mampu memenuhi kebutuhan panjang artikel. Namun, dari sisi pengembangan konten, ChatGPT terlihat lebih leluasa dalam memperluas pembahasan tanpa keluar dari topik utama.
8. Kesimpulan Perbandingan
Secara keseluruhan, tim inilah.com menilai bahwa artikel hasil ChatGPT memiliki kualitas yang lebih unggul dalam pengujian ini.
Struktur tulisan lebih rapi, bahasa yang digunakan lebih natural, serta pengembangan pembahasannya terasa lebih matang.
Hasil dari ChatGPT juga dinilai sudah mendekati artikel siap publikasi sehingga hanya membutuhkan sedikit penyuntingan.
Di sisi lain, Gemini tetap mampu menghasilkan artikel yang informatif dan sesuai dengan instruksi.
Gaya penulisannya yang lebih ringkas dan langsung juga menjadi kelebihan tersendiri.
Namun, agar lebih nyaman dibaca oleh pembaca umum, hasil dari Gemini masih membutuhkan beberapa penyesuaian, terutama pada aspek gaya bahasa, alur tulisan, dan pengembangan informasi tambahan.
Tabel Perbandingan Hasil Penulisan ChatGPT dan Gemini
| Aspek | ChatGPT | Gemini |
|---|---|---|
| Kesesuaian Prompt | Sesuai dengan seluruh instruksi yang diberikan. | Sesuai dengan instruksi utama yang diberikan. |
| Judul SEO | Lebih menarik dan natural untuk pembaca. | Sudah sesuai SEO, tetapi lebih umum. |
| Pembukaan Artikel | Memasukkan data Statista dengan alur yang lebih natural. | Memasukkan data Statista sesuai arahan. |
| Struktur Artikel | Lebih rapi dan memiliki alur pembahasan yang nyaman dibaca. | Struktur cukup baik, tetapi lebih sederhana. |
| Isi Pembahasan | Detail, terstruktur, dan memiliki pengembangan tambahan. | Detail dan informatif, tetapi lebih to the point. |
| Gaya Bahasa | Lebih natural dan terasa seperti tulisan manusia. | Cenderung lebih formal dan sedikit kaku. |
| Kreativitas | Memberikan tambahan tips dan pengembangan informasi. | Fokus pada pembahasan utama sesuai prompt. |
| Penggunaan Keyword | Keyword tersebar lebih natural di dalam artikel. | Keyword lebih banyak muncul di heading dan bagian akhir. |
| Penutup Artikel | Memiliki penutup yang membuat artikel terasa lebih lengkap. | Menggunakan kesimpulan sebagai bagian akhir. |
| Hasil Akhir | Lebih siap dipublikasikan dengan sedikit revisi. | Membutuhkan penyesuaian agar lebih menarik dibaca. |
Kelebihan dan Kekurangan ChatGPT dan Gemini dalam Penulisan Artikel
Berdasarkan hasil pengujian dan analisis perbandingan sebelumnya, ChatGPT dan Gemini memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing dalam menghasilkan artikel blog.
Berikut adalah penjelasannya:
Kelebihan ChatGPT
- Memiliki struktur artikel yang lebih rapi dan alur pembahasan yang lebih mudah diikuti.
- Gaya bahasa lebih natural sehingga tulisan terasa lebih seperti dibuat oleh manusia.
- Mampu mengembangkan pembahasan dengan memberikan tambahan informasi yang relevan.
- Penggunaan keyword lebih tersebar secara alami dan mendukung kebutuhan SEO.
- Hasil tulisan sudah cukup matang dan membutuhkan sedikit penyuntingan sebelum dipublikasikan.
Kekurangan ChatGPT
- Terkadang memberikan pembahasan yang lebih panjang dibandingkan kebutuhan awal.
- Membutuhkan arahan yang cukup spesifik agar hasil tulisan benar-benar sesuai dengan gaya atau karakter media tertentu.
Kelebihan Gemini
- Mampu menghasilkan artikel sesuai dengan prompt dan struktur yang diberikan.
- Pembahasan yang dibuat cukup lengkap dan informatif.
- Gaya penulisan lebih ringkas sehingga pembaca dapat menemukan informasi utama dengan cepat.
- Cocok digunakan untuk kebutuhan artikel yang membutuhkan penyampaian informasi secara langsung.
Kekurangan Gemini
- Gaya bahasa cenderung lebih formal dan terasa lebih kaku dibandingkan hasil ChatGPT.
- Pengembangan ide dan kreativitas dalam artikel masih terbatas.
- Penyebaran keyword belum seoptimal ChatGPT karena lebih banyak muncul pada bagian tertentu.
- Membutuhkan penyesuaian tambahan agar tulisan terasa lebih natural dan menarik bagi pembaca.
Secara keseluruhan, ChatGPT lebih unggul dalam aspek kreativitas, struktur tulisan, dan pengalaman membaca.
Sementara itu, Gemini tetap memiliki kemampuan yang baik dalam menghasilkan artikel informatif dengan penyampaian yang lebih sederhana dan langsung.
Sumber : https://www.inilah.com/pengalaman-menggunakan-chatgpt-vs-gemini-untuk-menulis




