10 Negara dengan IQ Terendah di Dunia Menurut International IQ Test, Indonesia Masuk Peringkat Berapa?

10 Negara dengan IQ Terendah di Dunia Menurut International IQ Test, Indonesia Masuk Peringkat Berapa?

International IQ Test (IIT) 2025 merupakan laporan yang memuat pemeringkatan rata-rata skor IQ global berdasarkan hasil tes daring yang diikuti lebih dari 1,2 juta peserta dari berbagai negara sepanjang tahun 2025.

Laporan ini cukup menyita perhatian karena memberikan gambaran mengenai tren kemampuan kognitif di berbagai kawasan dunia, sekaligus memicu diskusi tentang pembangunan sumber daya manusia dan ketimpangan akses pendidikan antarnegara.

Meski demikian, hasil pemeringkatan ini tidak dapat dianggap sebagai representasi ilmiah yang sepenuhnya menggambarkan tingkat kecerdasan suatu bangsa.

Lantas, negara mana saja yang masuk dalam daftar negara dengan rata-rata IQ terendah di dunia menurut laporan tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Daftar Negara dengan IQ Terendah di Dunia

Berdasarkan laporan International IQ Test (IIT) 2025 yang menghimpun hasil tes IQ daring dari 1.352.763 peserta di berbagai negara, berikut adalah daftar negara dengan rata-rata skor IQ terendah:

1. Somalia

Somalia menempati posisi pertama dalam daftar ini dengan rata-rata skor IQ 83,84 berdasarkan IIT 2025. Sebagai perbandingan, data Lynn/Becker 2019 mencatat skor rata-rata 67,67.

Konflik berkepanjangan yang melanda negara ini telah berdampak besar terhadap sektor pendidikan.

Di ibu kota Mogadishu maupun wilayah lainnya, banyak keluarga tidak mampu menyekolahkan anak-anak mereka.

Selain faktor ekonomi, akses pendidikan juga terhambat oleh jarak sekolah yang jauh, persoalan keamanan, minimnya tenaga pendidik, terutama guru perempuan, hingga norma sosial yang lebih mengutamakan pendidikan bagi anak laki-laki.

2. Timor-Leste

Timor-Leste berada di posisi kedua dengan rata-rata skor IQ 86,70 menurut IIT 2025. Negara ini tidak memiliki data pembanding dalam laporan Lynn/Becker 2019.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Namun, berbagai hambatan masih membayangi, seperti kondisi sekolah yang mulai menua, tingginya angka putus sekolah dan tinggal kelas, keragaman bahasa yang digunakan masyarakat, serta keterbatasan fasilitas pendidikan di daerah pedesaan.

3. Rwanda

Rwanda mencatat rata-rata skor IQ 86,90 dalam IIT 2025, sedangkan Lynn/Becker 2019 memberikan estimasi skor 69,95.

Meski dikenal sebagai salah satu negara dengan perkembangan pendidikan yang cukup baik di kawasan Afrika Sub-Sahara, Rwanda masih menghadapi tantangan.

Kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa sekolah dasar belum optimal.

Selain itu, sebagian guru masih mengalami kesulitan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehingga proses pembelajaran cenderung menggunakan metode konvensional.

4. Nikaragua

Menurut IIT 2025, Nikaragua memperoleh rata-rata skor IQ 87,85, sementara data Lynn/Becker 2019 mencatat 52,69.

Negara ini telah menunjukkan kemajuan di bidang ekonomi maupun pendidikan.

Namun, ketimpangan sosial, tingkat kemiskinan, dan dinamika politik yang belum stabil masih menjadi tantangan.

Kondisi tersebut turut memengaruhi pemerataan akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

5. Angola

Angola memperoleh rata-rata skor IQ 87,98 berdasarkan IIT 2025. Sementara itu, Lynn/Becker 2019 mencatat skor 75,10.

Dunia pendidikan Angola masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari rendahnya capaian belajar hingga meningkatnya jumlah anak yang tidak mengenyam pendidikan.

Pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dan investasi pendidikan yang belum memadai turut memperbesar tantangan tersebut.

6. Gabon

Dalam laporan IIT 2025, Gabon mencatat rata-rata skor IQ 88,35, sedangkan Lynn/Becker 2019 menempatkannya pada angka 62,97.

Meski dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Afrika, tingkat kesejahteraan masyarakat belum merata.

Data World Bank menunjukkan sekitar sepertiga penduduk Gabon masih hidup dalam kemiskinan, yang menjadi salah satu tantangan bagi pembangunan sumber daya manusia.

7. Uganda

Uganda memperoleh rata-rata skor IQ 88,49 menurut IIT 2025 dan 76,42 berdasarkan Lynn/Becker 2019.

Data sensus pada tahun 2024 menunjukkan sekitar 74 persen penduduk berusia 10 tahun ke atas telah memiliki kemampuan membaca dan menulis dalam sedikitnya satu bahasa.

Meski mengalami peningkatan, angka tersebut juga mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat masih belum memiliki kemampuan literasi dasar secara memadai.

8. Republik Demokratik Kongo (RD Congo)

Republik Demokratik Kongo mencatat rata-rata skor IQ 88,60 dalam IIT 2025. Sebagai pembanding, Lynn/Becker 2019 memberikan skor 64,92.

Negara ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Namun, pembangunan masih menghadapi berbagai kendala akibat konflik, ketidakstabilan politik, minimnya infrastruktur, serta dampak panjang eksploitasi kolonial yang menghambat perkembangan ekonomi dan pendidikan.

9. Afghanistan

Afghanistan memperoleh rata-rata skor IQ 89,31 berdasarkan IIT 2025, sedangkan Lynn/Becker 2019 mencatat skor 82,12.

Selama bertahun-tahun, Afghanistan menghadapi krisis politik, sosial, dan kemanusiaan yang berdampak besar terhadap sistem pendidikan.

Kondisi tersebut diperparah oleh bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan tanah longsor yang semakin menyulitkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.

10. Tanzania

Tanzania berada di posisi kesepuluh dengan rata-rata skor IQ 89,57 menurut IIT 2025. Dalam laporan Lynn/Becker 2019, negara ini memperoleh skor 74,95.

Pemerintah Tanzania telah memperluas akses pendidikan, termasuk meningkatkan kesempatan belajar bagi anak perempuan.

Meski demikian, masih terdapat banyak anak usia sekolah yang belum pernah mengenyam pendidikan formal sehingga pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi negara tersebut.

Lalu, Indonesia di Urutan ke Berapa?

Berdasarkan pemeringkatan International IQ Test (IIT) 2025, Indonesia berada di peringkat ke-12 jika daftar disusun mulai dari negara dengan rata-rata skor IQ terendah.

Dalam laporan tersebut, Indonesia mencatat rata-rata skor 89,96, sehingga berada sedikit di atas 10 negara yang menempati posisi terbawah.

Sementara itu, apabila mengacu pada data Lynn/Becker 2019, posisi Indonesia tercatat berada di urutan ke-69 dengan rata-rata skor IQ 78,49.

Perbedaan hasil antara kedua laporan tersebut menunjukkan bahwa metode pengumpulan data, jumlah partisipan, serta pendekatan penelitian yang digunakan dapat menghasilkan pemeringkatan yang berbeda.

Oleh karena itu, data ini sebaiknya dipahami sebagai salah satu gambaran statistik, bukan sebagai ukuran mutlak untuk menilai tingkat kecerdasan suatu negara.

Sumber : https://www.inilah.com/daftar-negara-dengan-iq-terendah-di-dunia-menurut-international-iq-test