Stop Jilati Bibir! Begini Cara Paling Efektif Atasi Bibir Kering

Stop Jilati Bibir! Begini Cara Paling Efektif Atasi Bibir Kering

Jakarta – Bibir kering dan pecah-pecah kerap dianggap masalah sepele yang bisa diatasi dengan lip balm sembarangan. Padahal, bibir termasuk bagian dari jaringan lunak rongga mulut yang punya karakteristik berbeda dari kulit wajah pada umumnya.

Dikutip dari sejumlah studi, ada penjelasan ilmiah di balik kenapa beberapa pelembab bibir bekerja lebih efektif dibanding yang lain. Berikut penjelasannya.

Bibir Rentan Pecah karena Terus Bergerak

Bibir menjadi semacam “jembatan” antara kulit wajah dan bagian dalam mulut. Area ini aktif bergerak saat seseorang berbicara, makan, atau tersenyum, sehingga rentan mengalami retakan-retakan halus atau microcracks ketika kondisinya kering.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi peradangan pada bibir atau yang dikenal dengan istilah cheilitis. Pada kasus tertentu, peradangan juga bisa muncul di sudut mulut, dikenal sebagai angular cheilitis, dengan gejala kulit merah, perih, dan retak di ujung bibir kiri-kanan.

Tiga Cara Kerja Pelembab Bibir

Secara umum, pelembab bibir bekerja lewat tiga mekanisme berbeda.

  • Oklusif, yaitu membentuk lapisan tipis di permukaan bibir agar air yang sudah ada di kulit tidak menguap. Bahan seperti petroleum jelly masuk kategori ini.
  • Humektan, yang bekerja menarik air dari udara atau lapisan kulit yang lebih dalam ke permukaan. Gliserin dan hyaluronic acid adalah contohnya.
  • Emolien, yang berfungsi mengisi celah-celah kecil di antara sel kulit sehingga bibir terasa lebih halus. Lanolin dan shea butter termasuk dalam golongan ini.

Petroleum Jelly Disebut Paling Efektif Kunci Air

Dari ketiga mekanisme tersebut, petroleum jelly kerap disebut sebagai salah satu bahan paling efektif dalam mencegah penguapan air dari kulit. Petrolatum merupakan bahan oklusif yang sangat efektif dalam mengurangi kehilangan air dari kulit. Sejumlah literatur melaporkan penurunan transepidermal water loss sekitar 50-99%, bergantung pada kondisi penggunaannya.

Meski begitu, petroleum jelly perlu dipahami bukan sebagai bahan yang menambahkan kelembapan baru, melainkan hanya mengunci kelembapan yang sudah ada di bibir. Karena itu, penggunaannya disarankan saat bibir masih dalam kondisi agak lembap, misalnya setelah minum air atau mandi, bukan ketika bibir sudah dalam kondisi kering.

Lazim Dipakai di Praktik Dokter Gigi

Di dunia kedokteran gigi, petroleum jelly grade medis bukan bahan asing. Bahan ini biasa dipakai untuk melumasi area sekitar mulut pasien saat prosedur gigi berlangsung, agar sarung tangan dokter tidak lengket ke gusi maupun bibir. Hal ini menunjukkan bahan tersebut relatif aman digunakan di area mulut.

Berkaitan dengan Masalah Mulut Kering

Kesehatan bibir ternyata juga berkaitan dengan kondisi mulut kering atau xerostomia. Beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan pelembab khusus rongga mulut secara rutin dapat mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien, sekaligus membantu menjaga produksi air liur tetap normal.

Jadi Pilihan Pertama untuk Sudut Bibir Pecah

Untuk kasus sudut bibir pecah-pecah atau angular cheilitis, penggunaan salep berbahan petroleum jelly kerap menjadi langkah pertama yang disarankan. Sebab, penyebab utama kondisi ini biasanya berasal dari kulit yang terus-menerus terpapar air liur hingga mengalami iritasi atau maserasi.

Perlu Diimbangi dengan Hentikan Kebiasaan Menjilat Bibir

Meski terbilang efektif, penggunaan pelembab bibir berbahan petroleum jelly secara berlebihan tanpa menghentikan kebiasaan menjilat bibir justru bisa berisiko. Area yang terus-menerus lembap berpotensi memicu munculnya infeksi jamur atau cheilocandidiasis.

Dengan kata lain, pelembab bibir berfungsi sebagai pelindung, bukan pengganti untuk menghilangkan kebiasaan menjilat bibir yang sebaiknya tetap dihentikan.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8633438/stop-jilati-bibir-begini-cara-paling-efektif-atasi-bibir-kering