Kediri – Banyak orang percaya bahwa untuk memulai bisnis, seseorang harus mengikuti passion. Tidak sedikit motivator maupun konten di media sosial yang menyarankan agar kita mencari pekerjaan atau membangun usaha sesuai dengan apa yang disukai.
Namun, Pak Eggy memiliki sudut pandang yang berbeda. Menurut beliau, bisnis seharusnya dibangun berdasarkan data dan riset, bukan semata-mata karena idealisme atau passion.
Pesan ini mengingatkan bahwa tujuan utama bisnis adalah menciptakan nilai sekaligus menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, keputusan bisnis sebaiknya didasarkan pada fakta, kebutuhan pasar, dan peluang yang nyata.
Data dan Riset Menjadi Fondasi Bisnis
Sebelum memulai sebuah usaha, seorang pengusaha perlu memahami kondisi pasar. Apa yang sedang dibutuhkan masyarakat? Seberapa besar permintaannya? Bagaimana tingkat persaingannya? Apakah bisnis tersebut memiliki potensi keuntungan yang baik?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak diperoleh dari perasaan, melainkan melalui data dan riset.
Dengan melakukan riset, seorang pengusaha dapat mengambil keputusan yang lebih objektif. Risiko memang tidak akan pernah hilang sepenuhnya, tetapi keputusan yang didasarkan pada data biasanya memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar dibandingkan keputusan yang hanya mengandalkan keyakinan pribadi.
Passion Tidak Selalu Menjadi Dasar Memulai Bisnis
Menurut Pak Eggy, bisnis bukanlah soal mengejar passion semata. Bahkan, jika sebuah peluang bisnis terbukti menguntungkan berdasarkan hasil riset, maka peluang tersebut layak dipertimbangkan meskipun bukan bidang yang paling disukai.
Beliau menyampaikan bahwa seorang pengusaha tidak boleh terlalu terikat pada idealisme hingga menutup mata terhadap peluang yang ada di depan.
Dalam dunia bisnis, yang lebih penting adalah kemampuan melihat kebutuhan pasar dan memberikan solusi yang dibutuhkan pelanggan.
Contoh Nyata dalam Dunia Usaha
Sebagai contoh, Pak Eggy menceritakan pengalamannya ketika membuka usaha stasiun pengisian dan pengangkutan boks elpiji.
Beliau mengakui bahwa bisnis tersebut sama sekali bukan passion-nya.
Bahkan beliau mempertanyakan, siapa yang sejak awal bercita-cita atau memiliki passion untuk menjalankan usaha jasa pengisian elpiji? Hampir tidak ada.
Namun, keputusan tersebut tetap diambil karena didasarkan pada hasil riset yang menunjukkan adanya peluang bisnis yang menjanjikan.
Contoh ini menunjukkan bahwa dalam praktiknya, banyak bisnis besar lahir bukan karena pemiliknya mencintai bidang tersebut sejak awal, melainkan karena mereka mampu melihat peluang yang belum dimanfaatkan oleh orang lain.
Bisnis Adalah Bentuk Tanggung Jawab
Pak Eggy juga menekankan bahwa menjalankan bisnis bukan hanya soal mengikuti apa yang disukai, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab.
Seorang pengusaha memiliki tanggung jawab untuk membangun usaha yang sehat, menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan pelayanan kepada pelanggan, dan menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.
Karena itu, keputusan yang diambil harus bersifat rasional dan berdasarkan pertimbangan yang matang, bukan sekadar mengikuti emosi atau kesukaan pribadi.
Mengutamakan Peluang, Bukan Perasaan
Bukan berarti passion tidak penting. Passion dapat menjadi energi yang membuat seseorang lebih bersemangat dalam menjalankan usahanya.
Namun, menurut sudut pandang Pak Eggy, passion sebaiknya bukan menjadi satu-satunya dasar dalam memilih bisnis.
Jika hasil riset menunjukkan bahwa suatu bidang memiliki pasar yang luas, permintaan yang tinggi, dan peluang keuntungan yang baik, maka peluang tersebut layak diambil.
Dengan kata lain, seorang pengusaha perlu belajar menyeimbangkan antara logika bisnis dan semangat pribadi.
Berpikir Seperti Seorang Pengusaha
Cara berpikir seorang pengusaha berbeda dengan seorang hobiis. Hobiis biasanya memilih sesuatu karena menyukainya, sedangkan pengusaha melihat apakah ada kebutuhan pasar yang bisa dipenuhi.
Pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya:
- Apakah saya menyukai bisnis ini?
Tetapi juga:
- Apakah pasar membutuhkannya?
- Apakah bisnis ini memiliki potensi keuntungan?
- Apakah hasil riset menunjukkan peluang yang baik?
- Apakah bisnis ini bisa berkembang dalam jangka panjang?
Ketika keputusan diambil berdasarkan data dan riset, peluang untuk membangun bisnis yang berkelanjutan akan menjadi lebih besar.
Penutup
Menurut Pak Eggy, bisnis sebaiknya tidak dibangun hanya berdasarkan passion atau idealisme. Seorang pengusaha perlu mengutamakan data, melakukan riset, dan memahami kebutuhan pasar sebelum mengambil keputusan.
Passion memang dapat menjadi penyemangat dalam bekerja, tetapi keberhasilan bisnis lebih banyak ditentukan oleh kemampuan membaca peluang dan mengambil keputusan secara objektif.
Pada akhirnya, bisnis bukan tentang melakukan apa yang paling kita sukai, melainkan tentang menciptakan solusi yang dibutuhkan pasar dan membangun usaha yang memberikan manfaat sekaligus menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.




