Kediri – Di era digital saat ini, informasi berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Hanya dengan sekali klik, seorang pengusaha bisa mendapatkan ribuan strategi bisnis, tips pemasaran, hingga puluhan jadwal workshop. Namun, apakah melimpahnya informasi ini selalu berdampak baik? Nyatanya, tidak sedikit pelaku usaha yang justru merasa bingung, stres, bahkan kehilangan arah karena terjebak dalam information overload.
Dalam sebuah kesempatan, bapak Eggy Adityawan, CEO Trisna Group, membagikan pandangannya yang sangat tajam mengenai fenomena ini. Beliau menceritakan sebuah realitas di lapangan yang sering dialami oleh para pengusaha hari ini.
Ketika “Banjir Ilmu” Justru Membawa Kebuntuan
bapak Eggy Adityawan menceritakan pengalaman salah satu rekannya yang enggan lagi mengikuti pelatihan bisnis.
“Ada teman saya coba kasih insight untuk ikut workshop, jawabnya: ‘Saya enggak mau ikut workshop-workshop lagi, karena antara satu workshop dengan workshop lain tuh keilmuannya berbeda’.”
— Eggy Adityawan
Fenomena ini sangat sering terjadi. Ketika seorang pengusaha menelan semua informasi dan teori dari berbagai mentor tanpa filter, mereka akan menemukan kontradiksi. Mentor A menyarankan strategi X, sementara Mentor B menyarankan strategi Y. Akibatnya? Bukannya mengeksekusi bisnis, pengusaha justru mengalami analysis paralysis—lumpuh karena terlalu banyak berpikir dan bingung harus mulai dari mana.
Solusi Bukan Berhenti Belajar, tapi Mengasah Filter
Melihat kebingungan tersebut, bapak Eggy Adityawan menegaskan bahwa solusinya bukan dengan menutup diri dari ilmu baru. Menolak informasi dengan menganggap semua pelatihan itu sama saja atau menggeneralisasi bahwa semua informasi luar itu tidak berguna adalah sebuah kekeliruan besar.
Menurut beliau, seorang pengusaha sejati harus tetap mempertahankan mentalitas seorang murid. Namun, ada satu skill krusial yang wajib dimiliki di zaman sekarang: Kecerdasan Emosional (EQ) dalam memilah informasi.
Skill Abad 21: Pilih, Cacah, dan Sesuaikan dengan Goal
Kecerdasan emosional dalam konteks ini bukan sekadar mengatur emosi saat marah, melainkan kemampuan untuk tetap tenang, objektif, dan tidak impulsif di tengah gempuran informasi.
Berikut adalah langkah cerdas dalam mengelola informasi menurut pemimpin Trisna Group ini:
- Tidak Menelan Mentah-mentah: Jangan langsung mempraktikkan setiap tren atau tips bisnis yang Anda dengar tanpa menganalisis situasinya terlebih dahulu.
- Tidak Apatis: Jangan malas mencari tahu hanya karena merasa informasi terlalu banyak atau menganggap semua informasi itu bohong.
- Mencacah dan Memilah: Ambil informasi, bedah isinya, dan saring bagian mana yang benar-benar relevan.
- Fokus pada Goal: Ambil ilmu yang hanya sesuai dengan target atau tujuan besar (goal) bisnis Anda saat ini. Jika suatu informasi tidak mendukung goal Anda, singkirkan terlebih dahulu agar tidak menjadi beban pikiran.
Kesimpulan: Menjadi Pembelajar yang Cerdas
Ilmu dan informasi adalah bahan bakar bagi pertumbuhan bisnis, tetapi kecerdasan emosional adalah kemudinya. Tanpa kemudi yang kuat, banyaknya informasi hanya akan membuat bisnis Anda berputar-putar di tempat tanpa arah yang jelas.
Pesan dari bapak Eggy Adityawan mengingatkan kita semua: Jadilah pembelajar yang baik, miliki kecerdasan emosional yang matang untuk menyaring informasi, dan pastikan setiap ilmu yang Anda ambil bekerja untuk mewujudkan goal bisnis Anda, bukan justru menghambatnya.



