Bijak AI Menurut Bapak Eggy Adityawan: Mengapa Penyalahgunaan Teknologi Bisa Menjadi “Investasi” Dosa Terbesar Kita?

Bijak AI Menurut Bapak Eggy Adityawan: Mengapa Penyalahgunaan Teknologi Bisa Menjadi “Investasi” Dosa Terbesar Kita?

Kediri – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Di satu sisi, AI mempermudah hidup kita. Namun di sisi lain, teknologi ini menyimpan sisi gelap yang mengerikan jika jatuh ke tangan yang salah.

Dalam sebuah diskusi daring, sebuah pandangan menarik dan mendalam datang dari bapak Eggy Adityawan, CEO Trisna Group, ketika ditanya mengenai fenomena penyalahgunaan AI. Jawabannya singkat, namun sangat menohok: “Takutlah kepada Allah.”

Mengapa urusan teknologi modern ini harus ditarik ke ranah spiritual dan etika yang mendalam? Jawabannya terletak pada dampak nyata yang dihasilkan dari penyalahgunaan tersebut.

Sisi Gelap AI: Dari Manipulasi hingga Fitnah Digital

Saat ini, kita sering melihat teknologi AI digunakan untuk memanipulasi konten digital (deepfake). bapak Eggy Adityawan menyoroti salah satu contoh yang paling sering terjadi: menggabungkan wajah seseorang dengan badan orang lain, atau merekayasa suara dan kalimat yang sebenarnya tidak pernah diucapkan oleh korban.

Dalam konteks sosial dan bisnis, tindakan ini bukan sekadar “keisengan” atau kreativitas tanpa batas. Dampaknya sangat sistematis:

  • Fitnah Modern: Menyebarkan informasi palsu yang terlihat sangat nyata sehingga merusak reputasi seseorang.
  • Adu Domba: Membenturkan satu pihak dengan pihak lain melalui video atau rekaman suara rekayasa, yang memicu konflik sosial dan perpecahan.

Jebakan Akhirat: Bahaya Menumpuk Dosa Antar-Manusia

Hal paling krusial dari pandangan pemimpin Trisna Group ini adalah pengingat mengenai konsep pertanggungjawaban di akhirat. Dalam prinsip spiritual, dosa atau kesalahan dibagi menjadi dua ranah:

1. Urusan dengan Allah (Habluminallah): Ketika kita melanggar larangan-Nya, pintu tobat selalu terbuka lebar. Selama kita tulus memohon ampun, Allah Maha Pengampun.

2. Urusan dengan Manusia (Habluminannas): Ini adalah bagian yang paling rumit. Jika kita menyakiti, memfitnah, atau merugikan manusia lain, Allah tidak akan mengampuni dosa tersebut sebelum korban memaafkan kita secara langsung.

“Kalau urusan dengan Allah kita minta maaf Insya Allah diampuni, tapi kalau urusan manusia kita harus minta maaf secara langsung. Kalau enggak, gara-gara kita ada musuh satu orang, kita bisa habis di akhirat.”
Eggy Adityawan, CEO Trisna Group

Bayangkan skenario ini di era digital: sebuah video fitnah berbasis AI yang Anda buat atau Anda ikut sebarkan menjadi viral dan ditonton oleh jutaan orang. Berapa banyak manusia yang harus Anda temui satu per satu untuk dimintai maaf agar urusan akhirat Anda selesai?

Kesimpulan: Menjadikan AI sebagai Ladang Pahala, Bukan Dosa

Teknologi AI hanyalah sebuah alat. Menjadi bermanfaat atau membawa petaka, itu sepenuhnya tergantung pada siapa yang mengendalikannya.

Pesan dari bapak Eggy Adityawan adalah sebuah alarm pengingat yang sangat kuat bagi kita semua sebagai pengguna internet. Sebelum membuat, mengedit, atau menyebarkan sesuatu menggunakan AI, tanyakan pada diri sendiri: Apakah konten ini akan membawa berkah, atau justru menjadi investasi dosa jariyah yang akan menghabisi kita di akhirat kelak?

Mari lebih bijak dan takutlah kepada Allah dalam memanfaatkan teknologi digital.

sumber : https://www.instagram.com/eggy_adityawan/reels/